Menutup muatan di bak mobil atau roof rack dengan terpal terlihat sederhana, tapi kondisinya jauh berbeda dari pemakaian terpal biasa. Selain harus menahan hujan dan debu, terpal ini juga harus tahan terhadap hembusan angin kencang akibat kecepatan kendaraan saat melaju di jalan.
Kalau asal pasang tanpa memperhitungkan beberapa hal, terpal bisa robek di tengah jalan, terbang, atau bahkan membahayakan pengendara lain. Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum menjadikan terpal sebagai penutup barang di mobil.
Kenapa Penutup Barang di Mobil Butuh Terpal yang Tepat?
Saat mobil melaju, tekanan angin yang diterima terpal jauh lebih besar dibanding saat digunakan diam di satu tempat. Getaran kendaraan dan gesekan dengan muatan juga menambah risiko sobek jika bahan dan cara pemasangannya tidak diperhitungkan dengan baik.
| Faktor | Kenapa Penting Saat di Mobil |
|---|---|
| Kekuatan tarik bahan | Menahan hembusan angin kencang selama perjalanan |
| Ketahanan gesekan | Mencegah sobek akibat gesekan dengan muatan atau bak mobil |
| Sistem pengikatan | Menjaga terpal tetap di tempat meski kendaraan melaju kencang |
7 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Menggunakan Terpal untuk Penutup Barang di Mobil
1. Pilih Ukuran yang Pas dengan Muatan
Ukuran terpal yang terlalu kecil membuat sebagian muatan tidak terlindungi, sementara ukuran yang terlalu besar justru mudah berkibar dan menambah hambatan angin selama perjalanan.
2. Pastikan Terpal Tahan Air dan Debu
Selain hujan, muatan di jalan raya juga berisiko terkena debu dan cipratan dari kendaraan lain. Pilih terpal dengan lapisan waterproof yang benar-benar rapat agar muatan tetap terlindungi.
3. Gunakan Bahan yang Tahan Gesekan
Muatan yang bergeser selama perjalanan bisa bergesekan langsung dengan permukaan terpal. Bahan yang kurang kuat akan lebih cepat menipis dan berlubang di titik gesekan tersebut.
4. Perhatikan Cara Mengikat agar Tidak Terbang saat Melaju
Ikatan yang longgar sangat berisiko membuat terpal terangkat angin saat mobil melaju kencang. Gunakan seluruh titik eyelet dan pastikan simpul tali benar-benar kuat sebelum berangkat.
5. Periksa Kekuatan Eyelet dan Tali Pengikat
Eyelet yang sudah longgar atau berkarat berisiko lepas saat menahan tekanan angin dari kecepatan kendaraan. Cek kondisinya sebelum dipasang, terutama untuk perjalanan jarak jauh.
6. Sesuaikan dengan Kecepatan dan Jarak Tempuh
Semakin tinggi kecepatan dan semakin jauh perjalanan, semakin besar pula tekanan yang diterima terpal. Untuk perjalanan jauh dengan kecepatan tinggi, gunakan terpal yang lebih tebal dan ikatan ekstra.
7. Cek Ulang Ikatan Secara Berkala Selama Perjalanan
Getaran kendaraan bisa membuat ikatan perlahan mengendur. Sempatkan berhenti sesekali untuk memeriksa dan mengencangkan kembali ikatan, terutama pada perjalanan jarak jauh.
Untuk perjalanan dengan kecepatan tinggi di jalan tol, tambahkan tali pengikat silang di bagian tengah terpal agar tekanan angin tidak terpusat hanya di satu sisi.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah terpal biasa bisa dipakai untuk menutup muatan di bak mobil terbuka?
Bisa, tapi sebaiknya pilih terpal dengan bahan yang cukup tebal dan tahan gesekan, karena muatan di bak terbuka lebih rentan bergeser dan bergesekan langsung dengan permukaan terpal.
Bagaimana supaya terpal tidak terbang saat mobil melaju kencang?
Pastikan seluruh titik eyelet terikat dengan kencang dan merata, serta tambahkan ikatan silang di bagian tengah untuk mengurangi risiko terpal terangkat angin.
Menggunakan terpal untuk menutup barang di mobil membutuhkan perhatian lebih dibanding pemakaian statis, karena harus menahan tekanan angin dan gesekan selama perjalanan. Dengan ukuran, bahan, dan cara pengikatan yang tepat, muatan bisa tetap aman sampai tujuan.
Kalau terpal yang kamu pakai justru sering cepat rusak meski jarang dipakai di jalan, ada baiknya cek dulu kesalahan-kesalahan umum yang sering membuat terpal outdoor cepat rusak.